Gerindra nilai Survei Jokowi berbeda dengan kondisi lapangan

REPORTED BY: Insan Praditya

Gerindra nilai Survei Jokowi berbeda dengan kondisi lapangan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan fakta di lapangan pendukung Jokowi berbeda antara survei dengan fakta lapangan. Menurutnya, meski hampir seluruh survei mengatakan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul atas paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, namun hanya sedikit yang datang ke lapangan ketika mereka menggelar kegiatan.

"Seluruh survei mengatakan bahwa pak Jokowi unggul. Ya pemilih ditentukan tanggal 17 April 2019. Jadi yang terjadi kalau kami perhatikan kalau pak Jokowi unggul tapi dibanyak tempat dimana pak Jokowi ada kegiatan tapi kosong," kata Muzani saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (17/01/2019).

Muzani mengatakan banyak survei mengatakan Jokowi unggul, tetapi masih banyak tekanan pada aparat. Oleh karena itu, Ia tidak terlalu berminat pada hasil elektabilitas capres dan cawapres yang dirilis oleh lembaga survei.

"Katanya nomor satu unggul tapi kami masih merasakan masih adanya tekanan di banyak aparat baik lurah dengan dana desa atau aparat lain. Katanya pak Jokowi unggul tapi media yang memberitakan seimbang saja itu belum kami rasakan. Jadi saya ga tau survei unggul apa tapi saya tidak begitu berminat soal keunggulan hasil survei," ujarnya.

Muzani mengatakan ada kesan paradoks antara hasil survei dengan kenyataan yang diketahuinya di lapangan. Ia mengatakan mana mungkin elektabilitas Jokowi unggul, sedangkan masyarakat berani menunjukkan salam khas Prabowo.

"Bagaimana mungkin kalau survei tinggi, mana mungkin ada masyarakat yang berani gini-gini (salam khas Prabowo). Tapi ya sudahlah itu bagian ikhtiar dan usaha kita hormati saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya memaparkan hasil survei elektabilitas capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Hasil survei itu menunjukkan paslon Jokowi-Ma'ruf unggul atas paslon Prabowo-Sandi. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Yunarto mengatakan survei dilakukan pada 22 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019 dengan melibatkan 2.000 responden. Metode yang digunakan ialah wawancara tatap muka dengan kuisioner terstruktur. Margin of error-nya ialah 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Rizal Ramli: Jokowi impor pangan ugal-ugalan
Pidato Prabowo disebut klise, BPN samakan Prabowo dengan Bung Karno
Amerika Serikat rugi Rp38 triliun
Sempat ditolak, Prabowo akhirnya shalat jumat
Kedengkian terhadap mantan picu impotensi
TKN: Jokowi sudah persiapkan jurus hadapi debat kedua
PSI minta kubu Prabowo klarifikasi soal tudingan Jokowi pakai konsultan asing
Kubu Jokowi nilai Prabowo cari panggung
TKN nilai tak masalah menteri bantu Jokowi susun materi debat
Simulasi Prabowo menang di 12 daerah dinilai hanya kipasan angin surga
Aktivis lingkungan nilai Jokowi komitmen kelola SDA untuk rakyat
Gubernur Enembe tak bersalah, warga Papua desak KPK minta maaf
PSI nilai manuver politik oposisi soal tudingan konsultan asing terlalu bodoh
Kubu Jokowi: Kemenangan di Jawa Barat jadi barometer suara nasional
 Tuduh pakai konsultan asing, PSI tuding oposisi yang sengaja hancurkan citra Jokowi
Fetching news ...