Kunjungan Anwar ke Indonesia usai sepekan keluar dari penjara

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kunjungan Anwar ke Indonesia usai sepekan keluar dari penjara "Pembentukan institusi-institusi di awal Reformasi itu harus kita pelajari. Namun di Malaysia institusi itu tidak separah seperti apa yang di Orde Baru maupun Orde Lama." - Anwar Ibrahim

Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim melakukan kunjungan selama dua hari di Indonesia atas undangan mantan Presiden BJ Habibie untuk menyambut ulang tahun ke-20 reformasi Indonesia dan mengenang almarhum Ibu Ainun Habibie.

Pada pertemuan dengan Habibie, Minggu (20/05/2018), Anwar yang belum sepekan bebas dari penjara, mengatakan reformasi di Indonesia memberikan pelajaran berharga bagi Malaysia.

"Pengalaman Indonesia tentang peralihan dari sistem yang lama ke yang baru itu memberikan pelajaran bagi kita," ujar Anwar Ibrahim di kediaman Presiden Ketiga RI Baharuddin Jusuf Habibie di Jakarta.

Ia mengatakan Malaysia ingin belajar dari Indonesia yang berhasil melakukan reformasi pada 1998.

"Pengalaman Indonesia terkait transformasi dari sistem lama ke yang baru itu mampu mengajak semua masyarakat. Peralihan dari sistem yang lama kepada sistem yang lebih demokrasi itu benar dan berhasil," kata dia.

Selain itu, pembentukan institusi-institusi pada awal reformasi di Indonesia menjadi pembelajaran yang baik bagi Malaysia.

"Pembentukan institusi-institusi di awal Reformasi itu harus kita pelajari. Namun di Malaysia institusi itu tidak separah seperti apa yang di Orde Baru maupun Orde Lama," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, harus ada tim yang mengkaji pengalaman Indonesia terkait reformasi mulai dari era BJ Habibie sampai dengan masa pemerintahan Joko Widodo.

"Itu perlu kita teliti baik yang sukses maupun tidak baik agar kita tidak mengulangi kelemahan atau kegagalan. Misalnya, permasalahan korupsi, kesenjangan dan kemiskinan," kata dia.

Anwar mengatakan, Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di berbagai institusi.

"Lembaga pengadilan, penegak hukum serta lainnya di Malaysia harus diperkuat untuk menghilangkan budaya korupsi maupun pejabat yang menyalahgunakan wewenangnya," kata dia.

Ia mengungkapkan Mahathir sudah melakukan pembaharuan di awal cukup besar.

“Selama seminggu ini, ia konsisten terhadap janjinya yang disampaikan pada masa kampanye. Saya rasa kita berada di landasan yang tepat," kata dia.

Ia menyarankan kepada Mahathir untuk memilih orang-orang yang berkompeten dalam mengisi jabatan menteri.

Dalam kesempatan yang sama, Habibie mengatakan, Indonesia dan Malaysia dapat saling belajar satu sama lain tanpa terkendala bahasa.

"Kita beruntung, kita bisa belajar dari saudara kita Malaysia dan Malaysia juga belajar dari Indonesia. Saling menguntungkan. Tidak ada kendala apa-apa, karena kita bisa bahasa," kata Habibie.

Jadi sebenarnya Indonesia dan Malaysia banyak alasan untuk bersama-sama dapat memajukan peradaban.

"Karena tidak ada masyarakat di dunia ini yang bisa jalan sendiri. Kita harus kerja sama dan itu harus saling menguntungkan," kata dia.

Selain bertemu Habibie, Anwar juga mengunjungi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu malam.

Kedua tokoh tersebut saling berbagi pengalaman saat masa muda menjadi pemimpin organisasi kepemudaan dan partai politik.

"Keduanya bicarakan tentang suasana di Malaysia terkini dengan suasana akrab dan santai," kata Husain.

Menurut Husain, pada perbicangan tersebut Anwar sempat juga menanyakan suasana KTT OKI di Istanbul yang baru saja diikuti Wapres Jusuf Kalla.

Kunjungi PBNU

Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim juga menyambangi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj di Kantor PBNU, Jakarta, sekitar pukul 20.00 WIB. Said Aqil sendiri ditemani jajaran pengurus PBNU saat menyambut kedatangan Anwar Ibrahim.

"Kita memperkuat hubungan antara Malaysia dan NU, terutama menyamakan persepsi Islam yang damai, yang ramat, antiradikalisme, antiterorisme, yaitu yang kita kenal dengan Islam Nusantara," ujar Said.

Said menuturkan saat berbincang dengan Anwar Ibrahim, tokoh reformasi Malaysia itu menyesalkan terjadinya aksi bom oleh sekelompok teroris di Surabaya pada akhir pekan lalu.

"Apalagi masyarakat Indonesia sudah terkenal ramah, santun, kok tiba-tiba radikal. Itu hal yang sangat mengagetkan. Oleh karena itu, kita angkat Islam Nusantara untuk `meng-counter` (mengatasi) Islam radikal. Karena ini mencoreng dan mengotori Islam. Nabi Muhammad tidak pernah menoleransi kekerasan," kata Said.

Anwar Ibrahim sendiri mengatakan, pihaknya akan mengundang Said Aqil mewakili PBNU untuk menyamakan persepsi tentang Islam yang benar karena di Malaysia juga ada benih-benih radikalisme kendati tidak separah di Indonesia.

"Malam ini kita fokus pada permasalahan umat Islam tentang keperluan menyederhanakan pemahaman. Bukan berarti meremehkan soal syariat atau hukum karena Islam itu rahmatan lil alamin. Saya yakin dengan pemerintahan baru Malaysia akan bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan baru. Dunia lebih menyoroti Indonesia karena Indonesia Islamnya mayoritas dan budayanya banyak," kata Anwar Ibrahim.

Yenny Wahid nilai suara perempuan kunci menang Pilpres 2019
Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Grace Natalie: PSI tidak anti agama
Cara cerdas memilih skin care yang aman untuk kulit
Erick Thohir sebut ibu-ibu paling sulit dipolitisasi
PSI ajak perempuan tak bela politisi Sontoloyo dan Genderuwo
Pertiwi deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf
Ini alasan mengapa harus puasa sebelum tes darah
Apakah pornografi mempengaruhi kualitas hubungan Anda dan pasangan?
Dituduh Megawati tak punya visi-misi, PKS: mustahil dong
Fahri Hamzah dorong pemuda keliling dunia
PKS usul kubu Prabowo-Sandi duduk bersama
PPP muktamar dukung Prabowo-Sandi
Fahri minta Prabowo tak kendor kritik Jokowi
KPK didesak periksa politisi PAN terkait percaloan anggaran daerah
Kubu Jokowi sebut tim ekonomi Prabowo lemah
Fetching news ...